Rabu, 21 November 2012

HIDROSFER



Pengertian Hidrosfer Sebagai Struktur Lapisan Bumi) – Air adalah senyawa gabungan dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen menjadi H2O.  Sekitar 71% permukaan bumi merupakan wilayah perairan.  Lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi  disebut hidrosfer.
Hidrosfer merupakan wilayah perairan yang mengelilingi bumi. Hidrosfer meliputi samudra, laut, sungai, danau, air tanah, mata air, hujan, dan air yang berada di atmosfer. Sekitar tiga perempat dari permukaan bumi ditutupi oleh air. Air di bumi bersirkulasi dalam lingkaran hidrologi, di mana air jatuh sebagai hujan dan mengalir ke samudra-samudra sebagai sungai dan menguap kembali ke atmosfer. Air di alam terbagi menjadi tiga, sebagai berikut.
  • Air di permukaan bumi, meliputi laut, sungai, danau, rawa, salju, es, dan gletser.
  • Air di udara, meliputi uap air, kabut, dan berbagai macam awan.
  • Air di dalam tanah, meliputi air tanah, air kapiler, geiser, dan artois.
Jumlah air di bumi tidak bertambah dan tidak berkurang, namun wujud dan tempatnya sering mengalami perubahan. Perubahan wujud air (padat, cair, dan gas) membentuk suatu siklus atau daur yang disebut siklus/daur hidrologi.
Siklus hidrologi adalah proses perputaran air, dari air menguap menjadi awan, dan apabila sudah mencapai titik jenuh awan tersebut akan jatuh dalam bentuk air hujan begitu seterusnya. Dalam siklus hidrologi air mengalami perubahan bentuk.
Berbagai perubahan bentuk air dalam siklus hidrologi diuraikan sebagai berikut:
  • Proses penguapan air permukaan, seperti air laut, sungai, danau, sawah, dan air yang terkandung dalam tumbuhan menguap karena terkena sinar matahari. Proses penguapan tersebut disebut dengan evaporasi, di mana dalam proses ini terjadi perubahan bentuk air dari cair menjadi uap air atau awan.
  • Uap air dari hasil penguapan pada ketinggian tertentu berubah menjadi awan dan ada yang terbawa angin naik ke pegunungan, karena pengaruh udara dingin air berubah menjadi awan. Dalam proses ini terjadi perubahan bentuk air dari cair menjadi gas (uap) dan berubah lagi menjadi embun bahkan menjadi kristal-kristal es (benda padat).
  • Awan sampai pada suhu dan ketinggian tertentu akhirnya jatuh ke bumi dalam bentuk hujan. Dalam proses ini air yang berbentuk padat (kristal es) jatuh ke permukaan bumi menjadi air. Air hujan yang jatuh di permukaan bumi ada yang mengalir di permukaan tanah (mengalir ke sungai, danau, dan laut) dan ada pula yang meresap ke dalam tanah. Air yang berada di permukaan tanah akan menguap lagi menjadi uap air dan awan, kemudian turun menjadi hujan, begitu seterusnya.

GERAKAN BUMI, BULAN , DAN MATAHARI


1. BUMI
Bentuk bumi kita seolah-olah datar. Dalam keadaan yang sebenarnya bumi itu bentuknya bulat . Hal-hal yang membuktikan bahwa bumi bulat antara lain :
1. Jika seseorang berlayar ke arah barat, maka orang itu akan kembali ke tempat semula dari arah yang berlawanan.
2. Pada saat terjadi gerhana bulan, bagian bulan yang tertutup bayangan bumi berupa lengkungan.
3. Jika kita berada di pelabuhan melihat kapal dari kejauhan yang tampak terlebih dahulu ujung dan akhirnya baru semua badan kapal.
4. Ketika menjelang matahari terbit atau terbenam, diufuk timur atau barat tampak kemerah-merahan.
5. Hasil pemotretan bumi.

Bumi melakukan 2 gerakan yaitu :
Rotasi bumi
Rotasi bumi yaitu gerakan bumi berputar pada porosnya.
Rotasi bumi mengakibatkan peristiwa-peristiwa :
a) Terjadinya siang dan malam
b) Matahari terlihat terbit di timur dan tenggelam di barat.Terbit dan tenggelamnya matahari disebut gerak semu harian matahari.
c) Terjadinya perbedaan dan pembagian waktu. Kala rotasi bumi memerlukan waktu 24 jam. Satu kali rotasi semua tempat di permukaan bumi putarannya 360° bujur. Bumi kita dibagi menjadi 24 daerah waktu, sehingga setiap daerah waktu meliputi 15° bujur. Garis bujur 0° melewati kota Greenwich, sehingga waktu pangkal ditetapkan di Greenwich. Jika waktu standar di sebelah barat bujur 0° waktunya dikurangi sebaliknya di sebelah timur 0° waktunya ditambah.

EXPANSI Alam


Apakah alam semesta tidak terbatas? Atau apakah ia terbatas dalam suatu keadaan stabil? Dari sejak awal ini telah menjadi perdebatan antara para pemikir besar. Perdebatan panas dan proses pemikiran logis dari segala macam cara telah gagal untuk menjelaskan dilema ini. Ini telah menjadi subjek spekulasi filosofis sebelum dihasilkan posisinya sebagai sains pada ilmu fisika.
Sebagian dari pemikir besar berpendapat bahwa alam semesta adalah tidak dibatasi ruang, sedangkan yang lainnya menyatakan ada batas-batas yang dapat digambarkan. Al Qur’an menjelaskan jagat raya terus menerus meluas dengan dinamis. Menurut keterangan ini, alam semesta memiliki aspek baru dimana setiap saat menyimpang dari konsep ruang yang terbatas; perluasan yang terus-menerus menyelisihi konsep yang melahirkan alam semesta yang stabil.

Dengan demikian, al Qur’an mengemukakan alternatif yang ketiga, meninggalkan kontroversi panas dari para pemikir yang terkatung-katung dalam perdebatan.

Ini dapat memberi kontribusi kepada rumusan pertimbangan pikiran untuk bertanya, memeriksa apakah al Qur’an adalah wahyu Tuhan atau bukan. Di satu sisi, Muhammad tinggal di gurun, bukan seorang filsuf ataupun ahli fisika, dan, di sisi lain, asumsi dari para pemikir besar dan para filsuf seperti Aristotle, Ptolemy, Giordano Bruno, Galileo Galilei, Isaac Newton dll.

Hasil-hasil pikiran yang terbesar dalam sejarah, berdasarkan argumen pada pengamatan dan rumus-rumus mereka, baik yang mengklaim bahwa alam semesta memiliki batas-batas atau ia adalah ruang yang tak terbatas, tetapi tidak satupun dari mereka yang berpikir bahwa jagat raya itu sedang berkembang secara dinamis.
Sampai abad 20 ketika Edwin Hubble, dengan sebuah teleskop, menunjukkan bahwa alam semesta sedang berkembang. Teori ekspansi alam semesta pertama dikemukakan pada tahun 1920. Hingga turunnya al Qur’an tidak ada sumber lain yang dibuat untuk penegasan tersebut!

Atmosfer, Stratosfer, Mesosfer , Termosfer, Ionosfer


Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.
Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.

Soal Uas Elektronika Dasar


NAMA              : SRI DESLI SUIRYANTI
NIM                 : 06101411022
PRODI              : PENDIDIKAN FISIKA PALEMBANG

1.      Tuliskan fungsi  hambatan serta contoh rangkaian dalam pemakaiannya !
Jawab :
Fungsi hambatan dalam rangkaian listrik adalah untuk membatasi besarnya arus listrik yang mengalir pada suatu komponen. Jika arus listrik yang mengalir pada suatu komponen melebihi kapasitasnya, maka komponen tersebut akan mengalami kerusakan. Jadi di sini hambatan dapat mengamankan berbagai komponen listrik. Hambatan juga berfungsi sebagai pembagi arus,  pembagi tegangan, penurun tegangan dan sebagai penghambat arus listrik.
Hambatan digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam komponen dan kawat resistansi.
Selengkapnya bisa di Download DISINI

Soal dan Jawaban Elektronika Dasar


NAMA                        : SRI DESLI SUIRYANTI
NIM                            : 06101411022
PRODI                        : PENDIDIKAN FISIKA PALEMBANG

1.         Jelaskan apa yang dimaksud dengan komponen pasif ?
Jawab :
komponen pasif adalah elemen yang tidak dapat menghasilkan energi, dapat dikelompokkan menjadi elemen yang hanya dapat menyerap energi atau komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak memerlukan sumber tegangan atau sumber arus tersendiri.
komponen pasif yang dapat menyimpan energi juga diklasifikasikan menjadi dua yaitu komponen yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet disebut  induktor atau lilitan, belitan atau kumparan dengan simbol L, dan kompone pasif yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet yang disebut kapasitor atau sering juga dikatakan dengan kondensator dengan simbol C.
Adapun yang termasuk komponen pasif antara lain :
·         resistor atau tahanan
·         kapasitor atau kondensator
·         dioda
·         transformator
·         relay

2.         Jelaskan  fungsi hambatan lengkap dengan contoh pemakaian dalam kehidupan sehari – hari ?
Jawab :
Fungsi hambatan dalam rangkaian listrik adalah untuk membatasi besarnya arus listrik yang mengalir pada suatu komponen. Mengapa harus dibatasi karena jika arus listrik yang mengalir pada suatu komponen melebihi kapasitasnya, maka komponen tersebut akan mengalami kerusakan. Jadi di sini hambatan dapat mengamankan berbagai komponen listrik.
Contoh dalam kehidupan sehari – hari  : kabel tiang listrik yang dibuat besar-besar, tujuannya adalah untuk memperkecil hambatan sehingga tegangan bisa mengalir dengan mudah.
Hambatan juga digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi.


Selengkapnya bisa didownload DISINI

Komponen Elektronika


BAB. I
PENDAHULUAN
 

A.      Deskripsi
Dalam modul ini siswa akan mempelajari tentang komponen elektronika baik yang pasif maupun yang aktif. Komponen pasif yang akan dipelajari seperti resistor, kapasitor, induktor dan transformator. Sedangkan komponen aktif yang akan dipelajari seperti dioda, macam-macam transistor, FET dan thyristor.
Modul ini mempunyai keterkaitan erat dengan modul lain, seperti teori kelistrikan, modul yang membahas konsep dasar penggunaan alat ukur listrik dan elektronika. Salah satu diantaranya adalah modul menggunakan alat ukur multimeter.
Adapun hasil belajar yang akan dicapai setelah menguasai modul ini, peserta diklat diharapkan dapat memahami macam-macam komponen elektronik baik yang pasif maupun yang aktif secara teori maupun praktik.
B.      Prasyarat
Dalam mempelajari modul ini siswa harus sudah mengerti dalam hal penggunaan alat ukur listrik dan elektonik, terutama alat ukur multimeter analog yang dipakai untuk mengukur tegangan, hambatan dan arus. Penggunaan alat ukur digital hanya dipakai sebagai pembanding hasil ukur pada pengukuran menggunakan alat ukur analog.
C.      Petunjuk Penggunaan Modul
1.     Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti. Karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari dengan modul-modul yang lain.
2.     Kerjakan soal-soal dalam cek kemampuan untuk mengukur sampai sejauh mana pengetahuan yang telah Anda miliki.
3.     Apabila Anda dalam mengerjakan soal cek kemampuan mendapat nilai ≥7,00, maka Anda dapat langsung mempelajari modul ini. Tetapi apabila Anda mendapat nilai <7,00, maka Anda harus mengerjakan soal cek kemampuan lagi sampai mendapat nilai ≥7,00.
4.     Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan.
5.     Pahami setiap materi teori dasar yang akan menunjang dalam penguasaan suatu pekerjaan dengan membaca secara teliti. Kemudian kerjakan soal-soal evaluasi sebagai sarana latihan.
6.     Untuk menjawab tes formatif usahakan memberi jawaban yang singkat, jelas dan kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini.
7.     Bila terdapat penugasan, kerjakan tugas tersebut dengan baik dan bilamana perlu konsultasikan hasil tersebut pada guru/pembimbing.
8.     Catatlah kesulitan yang Anda dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada guru/pembimbing pada saat kegiatan tatap muka. Bacalah referensi lainnya yang berhubungan dengan materi modul agar Anda mendapatkan tambahan pengetahuan.

Selengkapnya bisa didownload DISINI