Rabu, 21 November 2012

Tugas Diskusi Sejarah Kuliah


1.       Ada peristiwa penting pada permulaan setiap periode dan susunlah pada tabel  berikut ini
NO
BIDANG
TOKOH  PADA  PERIODE
I
II
III
IV
V
1










2.



3.
4.
5.


6.



7.
Mekanika
a.        Klasik





b.       Modern



Energi



Cahaya
Suhu
Listrik/ Magnet


Elektromagnet



Semi Konduktor

-                           Aristoteles
-                          Archimedes
-                          Eratoshenes












- Anders Celcius


-

-       Galileo Galilei’s
-       Descartes
-       Torricelli
-       Otto von Guericke
-       Blaise Pascal
-       Sir Isaac Newton





-       James Prescott Joule
-       Hermann Von Helmholtz
-       Julius Von Mayer








-       Daniel Bernoulli
-       Leonhard Euler
-       Hamilton
-       Joseph-Louis Lagrange












- Peter Zeeman
- Stark

- David E. Hughes
- James Clerk Maxwell
- Heinrich Rudolf
   Hertz




-





-    Max Planck
-    Max Born
-    Schroedinger
-    Paul Dirac
-    Werner Heisenberg


-
2.        Susun dan Uraikan tentang hasil penemuannya !
3.       Jelaskan ciri khas setiap periode yang paling fundamental?

Sejarah Fisika II


*      Periode Pertama
Dimulai dari zaman yunani sampai tahun 1550an. Pada periode pertama ini dikumpulkan berbagai fakta fisis yang dipakai untuk membuat perumusan empirik. Dalam periode pertama ini belum ada penelitian yang sistematis.

*      Periode Kedua
Dimulai dari tahun 1550 - 1800. Pada periode kedua ini mulai dikembangkan metoda penelitian yang sistematis dengan Galileo dikenal sebagai pencetus metoda saintifik dalam penelitian.

*      Periode Ketiga
Dimulai dari tahun 1800 - 1890. Pada periode ini diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini.

Sejarah Fisika


Kuno

Para filsuf Yunani, dan Aristoteles khususnya, adalah yang pertama mengusulkan bahwa ada prinsip-prinsip abstrak yang mengatur alam. Aristoteles berpendapat, dalam makalahnya Di Surga, bahwa setiap tubuh memiliki "berat" dan begitu cenderung turun ke "tempat alami". Dari hal ini ia keliru menyimpulkan bahwa sebuah benda dua kali berat seperti lain akan jatuh ke tanah dari jarak yang sama di setengah waktu. Aristoteles percaya dalam logika di atas eksperimentasi dan sehingga tidak sampai lebih dari seribu tahun kemudian bahwa percobaan yang dikembangkan untuk membuktikan dan menyangkal hukum mekanika. Namun, dalam Di Surga, dia membuat perbedaan antara "gerak alami" dan "gerakan ditegakkan". Ia menuntun kepada kesimpulan bahwa dalam sebuah ruang hampa tidak ada alasan bagi tubuh secara alami bergerak ke satu titik daripada lainnya, sehingga tubuh dalam ruang hampa entah akan tinggal diam atau bergerak tanpa batas waktu jika diletakkan dalam gerakan. Jadi Aristoteles benar-benar yang pertama kali mengembangkan hukum inersia. Namun, ketika objek tersebut tidak dalam ruang hampa, ia percaya bahwa sebuah benda akan berhenti bergerak setelah pasukan diterapkan telah dihapus. Rumit yang dikembangkan Aristoteles penjelasan mengapa panah terus terbang melalui udara setelah meninggalkan busur - misalnya, ia mengusulkan agar panah menciptakan vakum di belakangnya ke udara yang terburu-buru, memberikan kekuatan di belakang tanda panah. Keyakinan Aristoteles didasarkan pada kenyataan bahwa langit itu sempurna dan memiliki hukum yang berbeda dari yang di Bumi.

 Abad Pertengahan

Yang eksperimental metode ilmiah diperkenalkan ke mekanika di abad ke-11 oleh al-Biruni, yang bersama dengan al-Khazini di abad ke-12, bersatu statika dan dinamika dalam ilmu mekanika, dan gabungan bidang hidrostatik dengan dinamika untuk menciptakan lapangan dari hidrodinamika. [1] awal namun tidak lengkap teori-teori yang berkaitan dengan mekanika juga ditemukan oleh beberapa fisikawan Muslim selama Abad Pertengahan. Hukum inersia, yang dikenal sebagai hukum pertama Newton tentang gerak, dan konsep momentum, bagian dari hukum kedua Newton tentang gerak, yang ditemukan oleh Ibn al-Haytham (Alhacen) [2] [3] dan Ibnu Sina. [4] [ 5] The proporsionalitas antara gaya dan percepatan, sebuah prinsip penting dalam mekanika klasik ditemukan oleh Hibat Allah Abu'l-Barakat al-Baghdaadi, [6] dan teori tentang gravitasi tersebut dikembangkan oleh Ja'far Muhammad bin Musa bin Shakir, [7 ] Ibn al-Haytham, [8] dan Al-Khazini. [9] Hal ini diketahui bahwa Galileo Galilei 's pengobatan matematis percepatan dan konsep dorongan [10] tumbuh dari sebelumnya muslim Abad Pertengahan analisa gerak, khususnya Ibnu Sina [4] dan Ibnu Bajjah. [11]

Neutron Blaster


Seorang pekerja mengatur lift hidrolik kuning di atas gedung sasaran merkuri di Oak Ridge National Laboratory's proyek Spallation Sumber Neutron di Tennessee. Pintu lift terbuka mengatur neutron balok untuk percobaan yang bisa mengarah pada bahan-bahan baru dan obat-obatan. Akselerator baru-baru ini melampaui rekor yang ditetapkan oleh fasilitas Inggris untuk mengirimkan berkas neutron belum paling kuat.

SUMBER NEUTRON SPALLATION PRASARANA PROSES DESAIN SISTEM

Klien dikontrak Rekayasa Proses Associates, LLC (PROSES) untuk melakukan proses desain konseptual dan detail untuk Spallation Neutron Source (SNS) sistem utilitas, termasuk pendingin air, helium, nitrogen dan vakum, dengan penekanan khusus pada desain yang terkait dengan fasilitas air pendingin loop. SNS adalah fasilitas penelitian hamburan.

Awalnya, PROSES melaksanakan proses desain konseptual untuk fasilitas pendingin loop tujuh air yang termasuk massa dan energi penyusunan neraca menggunakan komputer proses perangkat lunak simulasi komersial, pembuatan diagram alir proses awal (PFDs), dan pengembangan rancangan pengendalian proses sistem konseptual. Sebagai bagian dari tugas ini, PROSES mengembangkan model di-rumah komputer yang unik dirancang untuk memprediksi tingkat air pendingin generasi offgas dan komposisi untuk gas yang dihasilkan dalam air pendingin oleh radiasi-spallation diinduksi dan radiolisis.

ELEKTROLISIS


a. Sel dan elektrolisis
Dalam sel, reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan, dan energi kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik. Bila potensial diberikan pada sel dalam arah kebalikan dengan arah potensial sel, reaksi sel yang berkaitan dengan negatif potensial sel akan diinduksi. Dengan kata lain, reaksi yang tidak berlangsung spontan kini diinduksi dengan energi listrik. Proses ini disebut elektrolisis. Pengecasan baterai timbal adalah contoh elektrolisis.
Reaksi total sel Daniell adalah
Zn + Cu2+(aq) –> Zn2+(aq) + Cu (10.36)
Andaikan potensial lebih tinggi dari 1,1 V diberikan pada sel dengan arah kebalikan dari potensial yang dihasilkan sel, reaksi sebaliknya akan berlangsung. Jadi, zink akan mengendap dan tembaga akan mulai larut.
Zn2+(aq) + Cu –> Zn + Cu2+(aq) (10.37)
Gambar 10.6 menunjukkan representasi skematik reaksi kimia yang terjadi bila potensial balik diberikan pada sel Daniell. Bandingkan dengan Gambar 10.2.
Gambar 10.6 Electrolisis. Reaksi kebalikan dengan yang terjadi pada sel Daniell akan berlangsung. Zink mengendap sementara tembaga akan melarut.
b. Hukum elektrolisis Faraday
Di awal abad ke-19, Faraday menyelidiki hubungan antara jumlah listrik yang mengalir dalam sel dan kuantitas kimia yang berubah di elektroda saat elektrolisis. Ia merangkumkan hasil pengamatannya dalam dua hukum di tahun 1833.
Hukum elektrolisis Faraday
  1. Jumlah zat yang dihasilkan di elektroda sebanding dengan jumlah arus listrik yang melalui sel.
  2. Bila sejumlah tertentu arus listrik melalui sel, jumlah mol zat yang berubah di elektroda adalah konstan tidak bergantung jenis zat. Misalnya, kuantitas listrik yang diperlukan untuk mengendapkan 1 mol logam monovalen adalah 96 485 C(Coulomb) tidak bergantung pada jenis logamnya.
C (Coulomb) adalah satuan muatan listrik, dan 1 C adalah muatan yang dihasilkan bila arus 1 A (Ampere) mengalir selama 1 s. Tetapan fundamental listrik adalah konstanta Faraday F, 9,65 x104 C, yang didefinisikan sebgai kuantitas listrik yang dibawa oleh 1 mol elektron. Dimungkinkan untuk menghitung kuantitas mol perubahan kimia yang disebabkan oleh aliran arus listrik yang tetap mengalir untuk rentang waktu tertentu.

teori TERBENTUnya TATA SURYA


TEORI KABUT
Teori Kabut disebut juga Teori Nebula.Teori tersebut dikemukakan oleh Immanuel Kart dan Simon de Laplace.Menurut teori ini mula-mula ada sebuah nebula yang baur dan hampir bulat yang berotasi dengan kecepatan sangat lambat sehingga mulai menyusut.Akibatnya terbentuklah sebuah cakram datar bagian tengahnya.penyusutan berlanjut dan terbentuk matahari di pusat cakram.Cakram berotasi lebih cepat sehinggabagian tepi-tepi cakram terlepas membentuk gelang-gelang bahan.Kemudian bahan dalam gelang-gelang memadat menjadi planet-planet yang berevolusi mengitari Matahari.

TEORI PLANETESIMAL
Teori Planetesimal dikemukakan oleh T.C Chamberlein dan F.R Moulton.Menurut teori ini,Matahari sebelumnya telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak di langit.Suatu ketika bintang berpapasan dengan Matahari dalam jarak yang dekat.Karena jarak yang dekat, tarikan gravitasi bintang yang lewat sebagian bahan dari Matahari(mirip lidah raksasa) tertarik ke arah bintaang tersebut.Saat bintang menjauh, lidah raksasa itu sebagian jatuh ke Matahari dan sebagian lagi terhambur menjadi gumpalan kecil atau planetesimal.Planetesimal-planetesimal melayang di angkasa dalam orbit mengitari Matahari.Dengan tumbukan dan tarikan gravitasi, planetesimal besar menyapu yang lebih kecil dan akhirnya menjadi planet.

RINGKASAN teori TATA surya


a.      Teori nebula (Kant dan Laplace)
Teori Nebula pertama kali dikemukakan seorang filsuf Jerman bernama Imanuel Kant. Menurutnya, tata surya berasal dari nebula yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi yang berputar sangat lambat. Perputaran yang lambat itu menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang mempunyai berat jenis tinggi yang disebut inti massa di beberapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya Karena terjadi proses pendinginan, inti-inti massa yang lebih kecil berubah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi yang disebut matahari.
Teori nebula lainnya dikemukakan oleh Pierre Simon Laplace. Menurut Laplace, tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Karena perputaran yang sangat cepat, sehingga terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbeda-beda. Bagian-bagian yang terlepas itu berputar dan akhirnya mendingin membentuk planet-planet, sedangkan bola gas asal dinamakan matahari.
b.      Teori planetesimal (Moulton dan Chamberlain)
Moulton dan Chamberlain, berpendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti yang berwujud gas bersuhu tinggi. Gabungan bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari.