Kamis, 22 November 2012

LEMBAR KERJA SISWA GAYA PEGAS


Kompetensi Dasar :
 Menganalisis pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan
Indikator :
Memahami gaya dan elastisitas
Mengukur besar gaya dengan menggunakan neraca pegas
·         Menentukan konstanta gaya sebuah pegas

Tujuan :
·         Siswa mampu memahami gaya dan elastisitas
  Siswa dapat mengukur besar gaya dengan menggunakan neraca pegas
·         Siswa dapat menentukan besar konstanta gaya sebuah pegas

Rabu, 21 November 2012

Kelompok Stastitika Dasar

1.       Sebutkan jenis-jenis variasi data !
Jawab :  1). Rentang
                2). Rentang antar Kuartil
                3). Rata-rata simpangan
                4). Variansi
                5). Simpangan Baku
2.       Sampel A : 10  10  10  10  10  10
Sampel B : 5  7  10  13  15
Sampel C : 1  5  10  15  19
Pertanyaan :
a.       Dapatkah anda mengatakan skor  mana yang paling bervariasi. Bila Ya sebutkan, jika Tidak jelaskan!

Soal Uas Statistika


Dari hasil tes kemampuan fisika diperoleh nilai Standar Deviasi (SD) sangat kecil (mendekati nol). Apa yang dapat suadara katakan berkaitan dengan hasil SD itu?
Jawaban :
Standar deviasi merupakan fungsi langsung dari varian. Sama seperti varian, standar deviasi berfungsi memperlihatkan pola sebaran data, gap, dan variasi sebaran antar data.
Varian dipakai untuk melihat pola variasi yang ada di dalam sample. Semakin besar nilainya, semakin banyak variasi datanya yang mengakibatkan data menjadi tidak akurat.
Jadi standar deviasi yang nilainya sangat kecil ( mendekati nol ) memiliki sedikit variasi data sehingga pengolahan data akan lebih akurat dan kesalahan hasil tidak terlalu besar.

SEJARAH MEKANIKA KLASIK

Periode 1 .( Pra Sains ... sampai dengan 1550 M )


a. Aristoteles ( 384-332 SM )
Aristoteles merupakan orang pertama pada periode ini yang mengemukakan cabang mekanika yang berurusan dengan :
• hubungan timbal balik antara gerak dan gaya yaitu bidang dinamika.
• Pembedaan dua jenis gerak yaitu gerak alamiah (pure motion) dan gerak paksa (violent motion).
• benda yang lebih berat jatuh lebih cepat ketimbang benda yang lebih ringan.
b. Archimedes (287-212 SM)
Archimedes ilmuwan Yunani abad ke-3 SM yang lahir di Syracuse, koloni Yunani yang sekarang dikenal dengan nama Sisilia.Penemuanya di mekanika berurusan dengan :
• Saat itu dia menemukan bahwa hilangnya berat tubuh sama dengan berat air yang dipindahkan itulah saat Archimedes menemukan hukum pertama hidrostatik.
• Cabang lain mekanika adalah statika. Ia merupakan studi benda-benda diam karena kombinasi berbagai gaya. Perintis bidang ini adalah Archimedes.
c. Eratoshenes (273 – 192 SM)
Eratoshenes melakukan penghitungan diameter bumi pada tahun 230 SM, Pengukuran tentang diameter bumi diketahui adalah 40.000 km.

Modul FISMAT

Modul Kalkulus Vektor
Modul Integral dan Persamaan Diferensial
Modul Mathematical Methods In The Physical SciencesMathematicas for Physical and Engineers

Serfis Antoine

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada awalnya bentuk radiasi yang baru ditemukan  mirip dengan penemuan sinar-X. Akan tetapi, penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Becquerel,    Marie Curie, Pierre Curie, Ernest Rutherford dan ilmuwan lainnya menemukan bahwa radiaktivitas jauh lebih rumit ketimbang sinar-X. Penemuan zat radioaktif diawali dengan ditemukannya sinar X oleh Wilhelm Conrad Roentgen pada tahun 1895. Setelah itu, para ilmuwan menyadari bahwa beberapa unsur dapat memancarkan sinar-sinar tertentu, meskipun pada waktu itu para ilmuwan belum memahami hakikat sebenarnya dari sinar-sinar tersebut serta mengapa unsur-unsur memancarkannya. Zat-zat radioaktif adalah suatu zat yang aktif memancarkan radiasi baik berupa partikel maupun berupa gekombang elektromagnetik. Perkenalan manusia dengan gejala radioaktif dimulai ketika fisikawan Perancis Antonie Henry Becquerel. Gejala radioaktif tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh Becquerel. Pada saat itu beliau sedang mempelajari sifat – sifat fosforisensi dan fluoresensi. ( Mukhlis. 2000 : 12 )
1.2 Masalah
Bagaimana penemuan zat radioaktif ?
1.3 Standar  Kompetensi
Mahasiswa mampu memahami pertumbuhan dan perkembangan gagasan serta pandangan tentang alam melalui perkembangan konsep dan prinsip fisika.
1.4  Kompetensi Dasar
Agar mahasiswa memahami penemuan zat Radioaktif berdasarkan biografi, metode dan proses ilmiah serta penerapan pada teknologi dibidang industri, kesehahatan dan lain – lain.
1.5  Tujuan
1.5.1        Biografi Antoine Henri Becquerel
1.5.2        Dapat mengetahui penemuan zat radioaktif
1.5.3        Dapat memahami metode ilmiah penemuan zat radioaktif
1.5.4        Menjelaskan proses ilmiah  penemuan Becquerel
1.5.5         Menjelaskan produk ilmiah penemuan zat radioaktif

Sejarah Perkembangan Fisika


PENDAHULUAN
Dalam era sekarang ini, tiap-tiap bangsa menyadari sungguh-sungguh bagaimana pentingnya mengetahui sejarah perkembangan fisika, sejarah tanah air untuk dapat mengimbangi dan mengikuti persoalan-persoalan politik negaranya dan mengimbangi politik negara-negara lain di dunia. Sejarah pemikiran Fisika penting untuk diketahui karena pengetahuan ini akan memberikan pengertian yang lebih mendalam tentang kemajuan Fisika dewasa ini. Mungkin kejadian-kejadian tertentu di zaman mereka itu tidak mempunyai arti penting dipandang dari segi mereka sendiri, tetapi dari sudut historis merupakan sebagian dari kejadian-kejadian yang spektakuler yang telah mereka capai. Dengan demikian kita mendapat kesadaran yang lebih baik atas kebenaran pengetahuan manusia tentang Fisika modern sebagai perkembangan dari sains secara keseluruhan.
Selanjutnya dalam makalah ini akan dititik beratkan untuk membahas perkembangan dan pertumbuhan pemikiran Fisika dari zaman Yunani sampai zaman Modern. Sebagai contoh pemecahan atom yang merupakan kebanggaan dan merupakan ciri sebagai pengetahuan modern adalah pemikiran yang bersumberkan hipotesis atom Demokritus yang telah diketahui sejak zaman purbakala.
Sejarah pemikiran Fisika memiliki karakteristik periode-periode yang dapat dibagi ke dalam 4 periode, di mana setiap periode mempunyai karakteristik tertentu. Pembagian tersebut didasarkan pada ada tidaknya perubahan paradigma dalam setiap periodenya. Periode pra-sains berlangsung cukup lama, yaitu sampai dengan tahun 1500. Periode ini ditandai adanya unsur mitologi, dimana validasi sains tidak diperlukan. Kemudian periode awal sains dimulai ketika Galileo memperkenalkan cara baru mengamati fenomena sains melalui kegiatan eksperimen. Periode ketiga dikenal dengan periode sains klasik, dimana pengamatan masih bersifat makroskopis. Dalam periode ketiga tidak terjadi perubahan paradigma. Berikutnya periode sains modern dengan sifat pengamatan sangat mikroskopis. Paradigma yang berkembang adalah paradigma atomik.